Home / Berita Update / Pemerintahan-Politik

Selasa, 10 April 2018 - 17:09 WIB

Suhu Politik Memanas, Provokasi Vandalisme APK Mulai Tampak.

Magetan Today
Jelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), suhu politik di Kabupaten Magetan mulai memanas. Aksi Vandalisme atau perusakan Alat Peraga Kampanye (APK) mulai terjadi.

Pantuan Magetan Today, perusakan gambar Pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati terjadi diwilayah Kecamatan Karangrejo. APK nomor urut satu dan dua dirusak oleh orang. ” Menurut kami perusakan ini disengaja, ” kata Abdul Azis, Ketua Panwaslu Kabupaten Magetan, Selasa (10/4).

Azis memastikan, aksi perusakan APK yang terjadi di Kecamatan Karangrejo telah masuk ranah kejahatan pemilu. ” Kami berharap rekan – rekan Polri mengusut upaya provokasi dengan acara merusak APK tersebut,” harap Ketua Panwaslu Kabupaten Magetan.

Internal Panwaslu Kabupaten Magetan, Abdul Azis akan mengerahkan seluruh organiknya untuk mengawasi upaya Vandalisme APK menyebar ke sejumlah wilayah. ” Magetan telah aman, jangan sampai ada provokasi lewat perusakan seperti ini,” tegasnya.

Terpisah, Tim sukses nomor urut 2, Didik Haryono, mengaku menyesalkan aksi perusakan APK Paslon Miratul Mukminin- Joko Suyono di Kecamatan Karangrejo. DHY sapaan Didik Hariyono meminta Bawaslu segera bertindak agar aksi perusakan tidak melebar. ” Jangan sampai ada aksi balas dendam dari pendukung yang merasa dirugikan, kami sangat menyesalkan,” tegas DHY dikonfirmasi Magetan Today.

Berita ini 773 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita Update

Laporan Kehilangan STNK

Berita Update

Ada Mayat Laki-Laki Dikebun Tebu

Berita Update

Gabungkan MPP dengan Pasar Tradisional, Bupati Diapreasi Mendagri.

Berita Update

Ada Sumber Air Panas Didesa Ngancar.
jalan magetan- ngawi longsor

Berita Update

Hati-Hati Jalur Kuwon – Randusongo Longsor.

Berita Update

Jelang Idul Adha, Disnakan Periksa Kesehatan Hewan Ternak

Berita Update

Operasi Pekat, Polres Magetan Ringkus Ratusan Tersangka.

Berita Update

37 Kepsek SMP, Diwawancara Khusus Bupati
error: