MAGETAN TODAY – Akibat kemarau, sejumlah rumpun bambu di kawasan Eco Bamboo Park Magetan kondisinya mengering, bahkan ada yang mirip mati, Jumat (25/9).
Pemandangan Hutan bambu Magetan kini berubah warna menjadi rumpun bambu kering.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan (LHP) Kabupaten Magetan, Saif Muchlisun, tidak menampik kabar tersebut.
“ Memang kami temukan ada sejumlah tanaman bambu di kawasan Eco Bamboo Park yang mengalami kekeringan, terutama pada kondisi musim kemarau seperti sekarang,” ujar Saif Muchlisun, Jumat (25/9).
Saif menjelaskan karakteristik tanaman bambu memang relatif membutuhkan pasokan air yang cukup, terutamanya pada masa-masa awal pertumbuhan.
Faktor perbedaan kondisi pada tiap titik penanaman, seperti kelembapan tanah dan akses sumber air, turut memengaruhi ketahanan bambu di lapangan.
Sebagai langkah tindak lanjut dari kondisi ini, pihak Dinas LHP berjanji akan segera turun ke lapangan untuk melakukan tindakan penyelamatan serta pendataan ulang.
“ Kami dari DLH akan melakukan pengecekan lapangan dan pendataan kembali terhadap tanaman yang kering maupun yang masih bertahan. Untuk tanaman yang masih memungkinkan diselamatkan akan dilakukan penyiraman dan pemeliharaan, sedangkan yang mati akan kami evaluasi untuk dilakukan penyulaman,” ungkapnya.
Ditanya jumlah total bambu di kawasan Eco Bamboo Park yang telah tertanam, dirinya mengaku akan melakukan pendataan.
“ Nanti kita laksanakan pengecekan di lapangan dan kita lakukan pendataan kembali,” pungkasnya.









