MAGETAN TODAY – Tim Verifikasi lapangan (Verlap) Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur (Jatim) melakukan kunjungan verifikasi dalam rangka Lomba Pesantren Sehat implementasi Inisiatif, Kolaborasi, Inovasi Pesantren Sehat Provinsi Jatim (IKI Pesat Jatim) Tahun 2026 di Pondok Pesantren Baitul Quran Al Jahra, Kabupaten Magetan, Kamis (29/10).
Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan lanjutan setelah Ponpes Baitul Quran Al Jahra masuk 4 besar kabupaten/kota terbaik yang lolos tahap presentasi dari total 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Verifikasi ini bertujuan untuk mencocokkan dokumen serta paparan materi dengan implementasi nyata di lapangan.
Ketua Tim Verifikasi Lapangan Dinkes Provinsi Jawa Timur, Malik Afif, mengungkapkan apresiasinya terhadap sistem pengelolaan kesehatan di Ponpes Baitul Quran Al Jahra yang membawahi ratusan santri dan santriwati.
Menurutnya, keberadaan pondok pesantren dengan jumlah santri yang besar merupakan potensi yang sangat baik dalam penerapan pelayanan kesehatan.
“ Tujuan kami datang kesini adalah bagaimana kita ingin pondok pesantren Al Jahro yang sudah mengirimkan dokumen-dokumen dan mempresentasikan kepada kami dan tim, ingin melihat, memastikan, dan ingin belajar bagaimana ponpes dengan semangat, kebijakan budaya hidup bersih dan sehat ini perlu kita sebar luaskan mengingat ada kurang lebih 7 ribu pondok pesantren di Jawa Timur,” ujar Ketua Tim Verifikasi Lapangan Dinkes Provinsi Jawa Timur Malik Afif, Kamis (29/10).
Ditambahkan, ponpes memiliki peran strategis karena tidak hanya menjadi tempat pembinaan santri secara internal, tetapi lingkungan masyarakat di sekitar pondok dipastikan akan turut menyerap budaya positif yang diterapkan di dalam pesantren.
Harapannya, budaya hidup bersih, sehat, berperilaku baik, dan peduli lingkungan dapat menjadi teladan bagi masyarakat luas.
Berdasarkan jadwal Dinkes Provinsi Jatim, rangkaian verifikasi lapangan ini berlangsung pada 21 hingga 30 Oktober 2026 di 4 titik perwakilan kabupaten/kota terbaik, meliputi Ponpes Darul Fikri Alquran Science Sidoarjo, Ponpes Al Fauzan Lumajang, Ponpes Baitul Quran Al Jahra Magetan, dan Ponpes Al-Amien Kediri.
“ Melalui kader kesehatan dari kalangan santri ini, para peserta didik dibekali pengetahuan khusus agar dapat menerapkannya pada diri sendiri sekaligus menjadi motor penggerak bagi rekan-rekan mereka,” imbuhnya.
Kepala Dinkes Magetan, dr Rohmat Hidayat, yang membersamai tim penilai gabungan terdiri dari unsur Dinkes Provinsi Jatim, Kanwil Kemenag Jatim, dan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) berharap penilaian ini dapat melahirkan praktik baik (best practices) yang dapat direplikasi oleh pondok pesantren lainnya di seluruh Jawa Timur.
“ Program pesantren sehat juga menjadi salah satu upaya pemberdayaan masyarakat pesantren agar mampu berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang sehat, mandiri, dan mendukung peningkatan derajat kesehatan santri secara menyeluruh,” pungkasnya.










