Home / Peristiwa

Minggu, 12 Januari 2020 - 16:53 WIB

Balita Meninggal Terseret Air Irigasi.

Jenasah Muhammad Abizah Ketika Dievakuasi Petugas BPBD Magetan. ( Norik/Magetan Today)

Jenasah Muhammad Abizah Ketika Dievakuasi Petugas BPBD Magetan. ( Norik/Magetan Today)

Magetan Today
Muhammad Abizah (1,3), Warga RT 01/ RW 03, Desa/Kecamatan Karas, ditemukan meninggal disaluran irigasi desa setempat, Minggu (12/1).

Tubuh balita ini dievakuasi dialiran sungai yang berjarak 1Km dari lokasi yang diduga tempatnya jatuh.” Kami masih melakukan penyelidikan, terkait korban bisa terseret arus dan tenggelam,” kata AKP Santoso, Kapolsek Karas, Minggu (12/1).

Dijelaskan Kapolsek, korban sebelumnya tidur dikamar, saat itu Ibu korban, Sri Rejeki (35), tengah ngobrol bersama Mertuanya.” Informasi awal ibu korban bersama Mertuanya, sedangkan korban baru saja ditidurkan dikamar,” ungkap AKP Santoso kepada Magetan Today.

Menurut keterangan dari tetangga, korban kerap diajak Ibunya ke sungai untuk mencuci peralatan dapur. Sedangkan lokasi saluran irigasi berada disamping rumah korban. ” Memang sering diajak ke sungai untuk mencuci perabotan,” ujar salah satu tetangga korban.

Sementara itu, suasana sedih campur haru terlihat ketika ayah korban, Kopral Dua (Kopda) Mesran datang. Anggota TNI AD yang berdinas di Kodim 0804 Magetan tersebut langsung memeluk jenasah putra ketiganya tersebut.

Prajurit TNI itu terlihat tegar memeluk buah hatinya yang telah kaku didadanya. ” Anakmu pak, anakmu,” jerit tangis Sri Rejeki, ibu kandung korban.

Sementara itu, Polisi masih memasang Police Line di saluran air, dusun Teseh, RT 02/ RW 01, Tempat penemuan jenasah Muhammad Abizah.

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Polisi Pastikan Bus Maut Layak Jalan

Pemerintahan-Politik

Tiap Hari, Pemkab Bagikan 500 Liter Susu Hangat.

Pemerintahan-Politik

Jalan Thamrin Terancam Putus Total.

Hukum & Kriminal

Gantung Diri Di Warung Tetangga.

Kesehatan

Diprotes Aroma Busuk pengolahan Kulit, Ini Reaksi Bupati Sumantri.

Pemerintahan-Politik

Trotoar Ramah Khusus Disabilitas

Pemerintahan-Politik

UMK 2019 Diusulkan Rp 1,6 Juta.

Pemerintahan-Politik

Finishing JT Sukasayur Tunggu Reaksi Disperindag dan DLH.
error: