Home / BERITA UPDATE / HEADLINE / KESEHATAN

Jumat, 6 Desember 2019 - 12:31 WIB

Dinkes Temukan 68 Penderita AIDS Baru.

Sosialisasi Bahaya Virus HIV Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan dan Sejumlah Lembaga Pemerhati Penyakit AIDS di Area Pasar Penampungan Magetan. ( Norik/Magetan).

Sosialisasi Bahaya Virus HIV Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan dan Sejumlah Lembaga Pemerhati Penyakit AIDS di Area Pasar Penampungan Magetan. ( Norik/Magetan).

Magetan Today
Kawasan pasar penampungan di komplek Pasar Sayur Kabupaten Magetan, menjadi sasaran sosialisasi bahaya virus Human Immunodeficiency Virus (HIV) penyebab Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS), Jumat (6/12).

Dinkes Kabupaten Magetan bersama perangkat Kelurahan Sukowinangun serta lembaga pemerhati penyakit AIDS, membagikan pamflet kepada pemilik warung di area pasar penampungan. ” Kami sosialisasi disini, karena resiko penyebaran Virus HIV sangat tinggi,” kata Didik Setyo Margono, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Dinkes Magetan, Jumat ( 6/12).

Menurut Didik, Dinkes Kabupaten Magetan menemukan 68 penderita AIDS baru di Kabupaten Magetan tahun 2019. ” Ada 68 temuan baru, lima diantaranya sudah meninggal,” ujarnya kepada Magetan Today.

Nahasnya, temuan baru penderita AIDS ada yang masih usia produktif. Dinkes Kabupaten Magetan melansir, usia 23-30 tahun sebanyak 12 orang, 32 -40 tahun sebanyak 11 orang, 41-50 tahun sebanyak 15 orang dan usia 51 – 70 tahun sebanyak 16 orang.

Akhirnya, Dinkes Kabupaten Magetan menusuk langsung lokasi sosialisasi bahaya virus HIV yang ditularkan salah satunya melalui hubungan badan. ” Kami tidak ingin virus HIV menyebar cepat di Kabupaten Magetan, jadi kami kerja keras sosialisasi diwilayah resiko tinggi,” tegas Didik Setyo Margono.

Terpisah, Lurah Sukowinangun, Sucipto, mengakui jika ada dugaan praktik “esek-esek” diarea pasar penampungan komplek Pasar Sayur Magetan. Sebab, dia beberapa kali melihat wanita malam berkeliaran di area jalan tembus pasar sayur. ” Saya sebutnya wanita malam, mereka beroperasi diwilayah jalan tembus setiap malam,” ungkap Sucipto.

Disisi lain, Sucipto berharap komplek Pasar Penampungan tidak dijadikan tempat tinggal. Namun, khusus untuk jual- beli layaknya pasar lain di Kabupaten Magetan. ” Mereka yang tinggal disini bukan warga Kabupaten Magetan, tadi kita tanya warga Kota Kediri. Kami mohon ada penertiban dari pihak – pihak terkait,” pungkas Lurah Sukowinangun.

138 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Share :

Baca Juga

BERITA UPDATE

Ketua Dewan Apresiasi “Pepeling” DPMPTSP Magetan.

BERITA UPDATE

Sukses Tekan Konflik Sosial, Magetan Diganjar Penghargaan Gubernur Jatim.

BERITA UPDATE

Magetan SMART Dari Nanik Sumantri

BERITA UPDATE

Relokasi Los Kayu Pasar Sayur Rampung Tahun Ini.

BERITA UPDATE

Persemag Mati Suri, Suporter Gelar Aksi.

BERITA UPDATE

Patung Pahlawan Diberi Masker, Satpol PP Bereaksi.

BERITA UPDATE

Hitungan Menit, Belasan Ribu Kue Bolu Ludes Jadi Rebutan

BERITA UPDATE

Siswa SMP Bawa Motor Terancam Denda Rp 1 Juta.
error: