Magetan Today
Bupati Magetan, Suprawoto, kampanye makan telor dan minum susu sapi kepada seluruh rakyat Kabupaten Magetan, agar selalu sehat.
Kabupaten Magetan yang merupakan salah satu penyangga kebutuhan telor di Jawa Timur dengan jumlah produksi 2,4 juta telor setiap hari, dengan populasi ayam petelor 4 juta ekor, dapat menjadi sumber kesehatan masyarakat.
Sedangkan produksi susu sebanyak 3.000 liter per hari, dengan jumlah populasi sapi 400 ekor, dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan warga Kabupaten Magetan.
Bupati Magetan berharap, tradisi minum susu dan makan telor dapat diterapkan diseluruh kalangan masyarakat, lingkungan pendidikan, perusahaan serta kantor OPD di Kabupaten Magetan.
” Kita dapat memulai setiap hari Jumat untuk makan telor dan minum susu. Secara tidak langsung akan berdampak timbal balik, yakni tubuh kita sehat dan kita dapat membantu peternak di Kabupaten Magetan,” kata Suprawoto, Jumat (27/12).
Disisi lain, Bupati Suprawoto memastikan produksi telor di Kabupaten Magetan bebas dari zat Dioksin yang berdampak pada kesehatan manusia. ” Saya pastikan, telor dari Magetan bebas dari zat Dioksin, ” ujar Bupati Magetan.
Terpisah, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Magetan, drh. Kustini, mengaku akan terus mengembangkan populasi ayam untuk menunjang Kabupaten Magetan sebagai swasembada telor baik Nasional maupun Regional.
” Populasi ayam kita saat ini 4 juta ekor dengan produksi telor sekitar 2,4 juta butir perhari, akan terus kita kembangkan agar Magetan swasembada telor,” ungkap Kepala Disnakan Kabupaten Magetan.
Sedangkan produksi susu, Kabupaten Magetan yang masuk kategori wilayah pengembangan memiliki populasi 400 ekor sapi dengan produksi susu sebanyak 3 ribu liter perhari. Kabupaten Magetan bakal mengembangkan kampung susu di wilayah Lingkungan Singolangu, Kecamatan Plaosan.
” Dari 400 ekor sapi penghasil susu di Kabupaten Magetan, 200 diantaranya ada di Singolangu, Kecamatan Plaosan. Kedepan akan kita kembangkan kampung susu dilokasi tersebut,” pungkas drh. Kustini.










