Home / Berita Update / Pemerintahan-Politik

Kamis, 14 Januari 2021 - 15:17 WIB

Temuan Dugaan Waralaba Berkedok Swalayan Tradisional.

Sunarti Condrowati, Kepala DPM - PTSP Kabupaten Magetan. ( Norik/Magetan Today).

Sunarti Condrowati, Kepala DPM - PTSP Kabupaten Magetan. ( Norik/Magetan Today).

Magetan Today
Dinas Penanaman Modal – Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPM- PTSP) Kabupaten Magetan menemukan dugaan pelanggaran praktik toko waralaba berjaringan berkedok toko modern.

Menurut Kepala DPM – PTSP Magetan, Sunarti Condrowati, dirinya yang menemukan bukti dugaan pelanggaran toko waralaba tersebut. ” Saya sendiri yang mengecek, ada struk belanja dan banyak promo-promo yang kita foto,” kata Sunarti Condrowati, Kamis (14/1).

Dijelaskan Condrowati, modus yang dijalankan pengelola, papan nama dinamakan swalayan atau toko, namun praktik didalamnya dengan sistem waralaba atau berjaringan. ” Tindak lanjut, yang bersangkutan masih kita undan untuk kita klarifikasi,” tegas Kepala DPM – PTSP Kabupaten Magetan.

Tahun 2019, Pemkab Magetan menutup 4 swalayan yang kedapatan berpraktik waralaba. ” Tahun 2019 kita tindak 4 toko swalayan berpraktik jaringan, Tahun 2020 kita konsentrasi penanganan covid-19, awal tahun ini baru satu temuan kami,” ungkap Sunarti Condrowati.

Sebagai informasi, Bupati Magetan Suprawoto telah menghentikan perijinan toko berjaringan sejak 2018 lalu. Aturan ini dipertegas melalui Peraturan bupati (Perbup) Nomor 51 Tahun 2018, Tentang Penghentian Penerbitan Izin Usaha Toko Modern Berjaringan. Langkah ini bertujuan menjaga keberadaan toko tradisional warga Kabupaten Magetan.

Berita ini 309 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita Update

2020, Kursi Sekda Jadi Rebutan.

Berita Update

Disparbud Minta Pengawalan Kejaksaan

Berita Update

Terseret Air Selokan, 1 MD dan 1 Masih Hilang.

Berita Update

Perawat Tertular COVID-19, Dukungan Mengalir Deras.

Berita Update

Diterjang Angin, Rumah Warga Takeran Ambruk.

Berita Update

Desa Dapat Terbitkan Suket Graduasi KPM PKH.

Berita Update

Berbagai Nama Program, Bantuan Warga Capai Rp 25 Miliar.

Berita Update

3 Ribu Lebih Balita Magetan Stunting.