MAGETAN TODAY – Pemerintah Desa (Pemdes) Pesu, Kecamatan Maospati, menunjukkan komitmen nyata dalam upaya penanganan stunting berkelanjutan.
Melalui inovasi bertajuk BUCER RACING (Bunda Cerdas Rawat dan Cegah Stunting), Desa Pesu mengubah pendekatan intervensi stunting dari sekadar Pemberian Makanan Tambahan (PMT) menjadi program pemberdayaan ibu balita secara mandiri dan berkesinambungan.
Sejak tahun 2021, Desa Pesu aktif meluncurkan berbagai program penanganan. Namun, Pemdes Pesu menyadari bahwa persoalan utama bukan sekadar anak kurang makan, melainkan bagaimana kemampuan keluarga dalam menyajikan makanan bergizi setiap hari.
BUCER RACING yang berkolaborasi dengan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) hadir sebagai ruang edukasi dan kelas memasak, di mana para ibu diajarkan cara memilih, mengolah, hingga menyajikan makanan bergizi seimbang dari potensi bahan pangan lokal.
Camat Maospati, Verawati Setyoningrum, mengapresiasi tinggi konsistensi dan inovasi yang dijalankan Desa Pesu tersebut. “Bucer Racing merupakan salah satu bentuk komitmen dan upaya nyata Desa Pesu dalam mengawal penurunan angka stunting secara berkelanjutan. Sejak tahun 2021, Desa Pesu telah melakukan berbagai upaya penanganan stunting, dan Bucer Racing hadir sebagai salah satu inovasi yang memperkuat upaya tersebut melalui pemberdayaan bunda balita,” ujar Verawati, Jumat (9/10).
“Hal yang menjadi perhatian saya, inovasi ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan makanan bergizi bagi anak, tetapi juga pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam memilih, mengolah, serta menyajikan makanan bergizi dengan memanfaatkan potensi pangan lokal. Dengan demikian, upaya pencegahan stunting tidak berhenti pada kegiatan atau bantuan sesaat, tetapi diharapkan menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan keluarga sehari-hari,” lanjutnya.
Pendekatan pemberdayaan ini terbukti memberikan dampak signifikan pada penurunan kasus stunting. Berdasarkan data Desa Pesu, jumlah balita stunting berhasil ditekan secara bertahap dari 9 anak pada November 2025 menjadi 4 anak pada Juli 2026 (berkurang 5 anak atau turun sebesar 55,56%).
Selain itu, efisiensi anggaran juga tercapai dengan alokasi APBDes sebesar Rp 6.960.000 (tahun 2025) dan Rp 6.686.000 (tahun 2026), yang berfokus membangun kapasitas SDM masyarakat agar mandiri dalam jangka panjang.
Kiprah Tim Bucer Racing Desa Pesu pun mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat regional. Mewakili Pokja IV TP PKK Kabupaten Magetan, tim ini berhasil meraih Juara Harapan II pada Lomba Cipta Menu MPASI Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 dan saat ini tengah mengikuti Lomba Inovasi Teknologi (Inotek) Tahun 2026.
“Capaian dalam perlombaan tentu patut diapresiasi, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana inovasi ini terus berjalan, menjangkau keluarga sasaran, dan memberikan dampak berkelanjutan. Penurunan stunting membutuhkan konsistensi, pendampingan, pemantauan tumbuh kembang anak, serta kolaborasi antara pemerintah desa, kader, tenaga kesehatan, keluarga, dan seluruh unsur masyarakat,” tegas Verawati.
Pemerintah Kecamatan Maospati berharap program Bucer Racing tidak hanya menjadi kebanggaan Desa Pesu, tetapi juga dapat direplikasi oleh desa-desa lain di wilayah Magetan sebagai best practice pencegahan stunting.
“Harapan kami, Bucer Racing dapat terus dikembangkan, dievaluasi, dan diperkuat sebagai bagian dari strategi penurunan stunting di Desa Pesu, serta menjadi praktik baik yang dapat menginspirasi desa-desa lain. Keberhasilan program bukan hanya dilihat dari terlaksananya kegiatan atau penghargaan yang diraih, tetapi juga dari perubahan perilaku keluarga dan meningkatnya kemampuan masyarakat dalam menjaga kesehatan serta memenuhi kebutuhan gizi anak,” pungkasnya.










