Home / Pemerintahan-Politik / Peristiwa

Kamis, 20 Februari 2020 - 16:07 WIB

Jembatan Penghubung Parang-Sampung Retak.

Pegawai Dinas PUPR Meneliti Dasar Jembatan. ( Humas For Magetan Today)

Pegawai Dinas PUPR Meneliti Dasar Jembatan. ( Humas For Magetan Today)

Magetan Today
Hati – hati jika anda melintas di jembatan penghubung Kabupaten Magetan dengan Kabupaten Ponorogo, tepatnya diwilayah Kelurahan/Kecamatan Parang.

Sebab, jalur perlintasan Kecamatan Parang dengan Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo itu, dilaporkan ada retakan pada badan jembatan.

Saat ini dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Magetan membatasi tonase kendaraan yang melintas di jembatan tersebut. ” Tidak kita tutup, namun kita batasi tonasenya maksimal 3 ton,” kata Hergunadi, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Magetan, Kamis (20/2).

Dijelaskan Hergunadi, Pemkab Magetan akan mengucurkan anggaran untuk memperbaiki jembatan yang merupakan jalur utama bagi masyarakat Kecamatan Parang yang hendak ke Kabupaten Ponorogo melalui Kecamatan Sampung. ” Kita perbaiki segera, agar kembali normal, saat ini masih kita teliti kerusakanya,” ujar Kepala Dinas PUPR Kabupaten Magetan.

Kondisi Retakan Badan Jembatan Penghubung Parang- Sampung. ( Humas For Magetan Today)

Sebagai informasi, jalur Parang – Sampung merupakan jalur ekonomi bagi kedua wilayah yakni, Kabupaten Magetan dan Kabupaten Ponorgo. Pasar Parang menjadi jujugan bagi warga Kecamatan Sampung yang ingin transaksi hasil Sumber Daya Alam (SDA) maupun kebutuhan rumah tangga lainya.

Share :

Baca Juga

Pemerintahan-Politik

Pemkab Stop Ijin Toko Berjaringan.

Pemerintahan-Politik

APBD 2019, Bupati Sodorkan Rp 1,8 T.

Peristiwa

Liga 3, Persemag Targetkan Juara Group C.

Pemerintahan-Politik

Magetan Sukses Gelar Pilkades E-Voting

Pemerintahan-Politik

Bupati Akui Dua Bomber Pernah Hidup Di Magetan

Pariwara

Ayo Lur, Urus Ijin Online Di Stand DPM-PTSP.

Pemerintahan-Politik

Disnakan Ajukan “Tender” Senilai Rp 180 Juta.

Pendidikan

Bongkar Kasus Ijasah, Dikpora Bentuk Tim Investigasi.
error: