Home / Berita Update / Hukum & Kriminal / Pemerintahan-Politik

Senin, 19 Februari 2018 - 16:58 WIB

Eksekusi 15 Kafe Ilegal Tanpa Perlawanan.

Satpol PP dan Damkar Magetan Pasang Segel Pintu Kafe Ilegal.

Satpol PP dan Damkar Magetan Pasang Segel Pintu Kafe Ilegal.

Magetan Today
Pemkab Magetan akhirnya menutup 15 Kafe ilegal di jalan raya Maospati- Ngawi, tepatnya didesa Malang, Kecamatan Maospati, Senin ( 19/2).

Penutupan Kafe ilegal mendapat pengawalan ketat dari POM TNI dan Polres Magetan. ” Kita mendapat pengawalan dari Polres Magetan dan POM TNI,” kata Chanif Tri Wahyudi, Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Magetan, Senin (19/2).

Dikatakan Chanif, Pemkab Magetan telah mengirim tiga kali surat teguran kepada pengelola Kafe ilegal di Desa Malang, Kecamatan Maospati sebelum dilaksanakan eksekusi. ” Kita sudah tiga kali kirim surat teguran kepada pengelola, karena tidak segera dibongkar kita tertibkan,” jelasnya.

Pemkab Magetan meminta, bangunan yang berada di depan Bulog Maospati tersebut dikembalikan seperti fungsi awal sebagai kios Usaha Kecil Menengah ( UKM) warga desa Malang, Kecamatan Maospati.” Kami meminta bangunan dikembalikan seperti fungsi awal sebagai lokasi berjualan hasil UKM warga desa Malang, Kecamatan Maospati,” tegas Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Magetan.

Sementara itu, proses penyegelan bangunan Kafe ilegal tidak mendapat perlawanan dari pengelola Kafe.” Kegiatan berjalan dengan aman dan lancar,” pungkas Chanif Tri Wahyudi.

Berita ini 182 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita Update

Jaga Bilateral, PWI Silaturahmi Kapolres Magetan

Berita Update

APBD-P Dishub Ajukan Tambahan Rp 1,3 Miliar Untuk Angkutan Pelajar.

Berita Update

PPU Maospati, PR “Ruwet” Bupati Suprawoto.

Berita Update

HEADLINE : Korupsi DLH, Ada Potensi Tambahan Tersangka.

Berita Update

PPKM Diperpanjang Hingga Ramadhan

Berita Update

Teken Pakta Integritas, DPMPTSP Magetan Komitmen Wujudkan WBK.

Berita Update

Lawan Hoax, Bupati Koordinasi Dengan Kementrian Kominfo.

Berita Update

Magetan Dua Kali Tuan Rumah UKW Dewan Pers.
error: