MAGETAN TODAY – Kurang lebih sudah 9 bulan talud sisi selatan Telaga Sarangan yang ambrol sejak 17 Januari 2026 lalu hingga kini belum ada perbaikkan, Minggu (20/9).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Magetan, Muhtar Wahid, mengaku telah koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Ironisnya belum ada keputusan terkait pembangunan talut Telaga Sarangan tersebut.
“ Talud Sarangan terakhir saya ketemu dengan kepala BBWS bersama tim, jawabannya masih normatif. Artinya masih dalam proses design dan diajukan di anggaran melalui BBWS DAU pusat,” kata Muhtar Wahid, Minggu (20/9).
Muhtar menambahkan, penyusunan Detail Engineering Design (DED) saat ini sedang dirampungkan oleh tim BBWS. Dokumen perencanaan tersebut nantinya dijadikan pijakan utama dalam mengajukan bantuan dana ke tingkat pusat.
Dengan kondisi debit air telaga yang menyusut bulan September ini, dinilai menjadi momentum ideal untuk memulai pengerjaan fisik dilapangan.
Namun Pemkab Magetan hanya mampu menggantungkan nasib perbaikkan tepian Telaga Sarangan yang ambrol itu pada P-APBN 2026.
“ Saya berharap karena bulan September airnya sudah mulai surut, berharap PAPBN ini bisa disetujui pusat. DED-nya sudah berproses dikerjakan BBWS dan nantinya digunakan untuk mengajukan anggaran dari pusat, jadi belum ada final disetujui atau tidak,” pungkasnya.










