Home / BERITA UPDATE / PEMERINTAHAN-POLITIK / POLEMIK

Senin, 5 Agustus 2019 - 18:08 WIB

Pilkades Belotan Terancam Gagal

Warga Belotan Bawa Banner Menolak Pilkades e-Voting. ( Norik/Magetan Today)

Warga Belotan Bawa Banner Menolak Pilkades e-Voting. ( Norik/Magetan Today)

Magetan Today.
Desa Belotan, Kecamatan Bendo, terancam ditinggal Pemerintah kabupaten (Pemkab) Magetan dalam Pemilihan Kepala desa (Pilkades) serentak 27 November mendatang.

Sebab, sejumlah warga Belotan menggelar aksi penolakan Pilkades sistem elektronik – Voting (e-Voting) yang akan diterapkan didesanya. ” Tahapan Pilkades telah berjalan, jika ada desa yang menolak, terpaksa kami tinggalkan,” kata Eko Muryanto, Kepala Dinas Pemberdayaan dan Pemerintahan Desa (PMD) Kabupaten Magetan, Senin (5/8).

Eko memastikan, Pemkab akan menempatkan Pejabat Kepala desa (Kades) untuk mengisi kekosongan jabatan Kades hingga pelaksanaan Pilkades selanjutnya.” Masyarakat yang akan terkena dampak jika kursi Kades devenitif kosong, khususnya layanan administrasi akan terganggu, karena batasan kewenangan Kades Pj,” jelas Kepala Dinas PMD Kabupaten Magetan.

Ditegaskan Kepala Dinas PMD Kabupaten Magetan, Pemkab Magetan akan melanjutkan tahapan Pilkades 183 desa kecuali Desa Belotan, yang mendapat penolakan warganya. ” Kami akan melanjutkan tahapan 183 desa, sedangkan Desa Belotan akan kami tinggalkan karena ada penolakan dari warga,” tegas Eko Muryanto.

Terpisah, Kades Belotan, Sukadi, mengamini ada aksi penolakan Pilkades e-Voting dari warganya. ” Iya tadi ada demo dari warga Belotan, sebenarnya kalau saya sebagai Kades Belotan mendukung e- Voting, karena saya kepanjangan tangan pemerintah di desa,” ujarnya.

Berita ini 685 kali dibaca

Share :

Baca Juga

BERITA UPDATE

16 Pasar Tradisional Ditarget Berlebel SNI.

BERITA UPDATE

Publik Minta Bappeda Litbang Beberkan Hasil Kegiatan Yogjakarta.

BERITA UPDATE

Status Hukum ASN Tersangka Korupsi Dipantau BKD.

BERITA UPDATE

Satpol PP Libas APK Tabrak Perda

BERITA UPDATE

Mulai Hari ini, 5.253 Pelajar SMP Nikmati Angkutan Gratis.

BERITA UPDATE

14 Hari, Pemudik Tidur Diruang Isolasi Desa.

BERITA UPDATE

Fungsi 8 Bulan, Lapak Pujasera Dibongkar.

BERITA UPDATE

Cegah Penyebaran Corona, Layanan MPP Ditutup Sementara.
error: