Home / Pendidikan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:03 WIB

Dukung Kemandirian Pangan di Magetan, PROSENDI DESA 2026 UNEJ Serahkan Mesin Penanam Padi untuk Petani.

Praktik penggunaan mesin penanam padi

Praktik penggunaan mesin penanam padi

MAGETAN TODAY.– Upaya mendukung kemandirian pangan melalui mekanisasi pertanian terus dilakukan oleh kalangan akademisi.

Kelompok Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Teknologi Manufaktur (KeRis-DiMas TeMan) Fakultas Teknik Universitas Jember melaksanakan program pengabdian masyarakat skema PROSENDI DESA (Program Dosen Mengabdi di Desa Asal) Tahun 2026 dengan tema“ Penerapan Mesin Penanam Padi sebagai Solusi Mekanisasi Pertanian untuk Mendukung Kemandirian Pangan di Desa Kuwon, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan.”

Program yang dimulai sejak pertengahan tahun 2026 tersebut berfokus pada penerapan teknologi tepat guna berupa mesin penanam padi guna membantu petani mengatasi keterbatasan tenaga kerja sekaligus meningkatkan efisiensi proses tanam di Desa Kuwon.

Kegiatan ini dipimpin oleh Prof. Ir. Mahros Darsin, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM. bersama anggota tim pengabdian, yaitu Ir. Hari Arbiantara Basuki, S.T., M.T., Ir. Danang Yudistiro, S.T., M.T., Ph.D., dan Dr. Ir. R. Koekoeh Koentjoro Wibowo, S.T., M.Eng..

Selain melibatkan dosen, program ini juga memberikan ruang pembelajaran yang luas bagi mahasiswa Teknik Mesin Universitas Jember.

Sebanyak empat mahasiswa Program Sarjana, Fikri Maulana, Gilang Mahardika, Akmal Fikri, Fardan Asyraf serta mahasiswa Magister Teknik Mesin Alfin Nur Hidayat dan Pemuda dari mitra, Akhfa Zain dilibatkan secara aktif dalam kegiatan perancangan, pengembangan, serta manufaktur mesin penanam padi.

Keterlibatan mahasiswa tidak hanya bersifat pendampingan, tetapi juga menjadi bagian dari kegiatan akademik melalui topik skripsi, capstone design, dan publikasi ilmiah.

Baca juga :   Rakerda PAN Magetan 2022, Rekomendasi Nanik Sumantri dan Suprawoto.

Keunikan program ini adalah adanya kerja sama dengan UMKM pembuat mesin pertanian Badol Ponorogo.

Sebagai bagian dari transfer pengetahuan, mahasiswa menjalani program magang langsung di bengkel Badol selama dua pekan untuk mempelajari proses manufaktur mesin penanam padi dari tahap awal hingga penyelesaian produk.

Selama magang, mahasiswa turut melakukan kegiatan reverse engineering dengan menyusun gambar teknik dan dokumentasi desain mesin yang sebelumnya dikembangkan berdasarkan pengalaman praktis pembuatnya.

Sebelum proses manufaktur dilakukan, tim pengabdian bersama mitra desa dan kelompok tani terlebih dahulu mengadakan serangkaian diskusi dan survei lapangan guna memastikan spesifikasi mesin sesuai dengan kondisi sawah di Desa Kuwon. Tim juga melakukan kunjungan ke UMKM Badol di Ponorogo untuk melihat langsung proses produksi serta melakukan uji coba mesin di lahan percobaan milik Badol.

Puncak kegiatan dilaksanakan pada Kamis 29 Oktober 2026 melalui demonstrasi dan praktik penggunaan mesin penanam padi di sawah percobaan milik Badol.

Pada kegiatan tersebut, petani dan masyarakat melihat secara langsung cara kerja mesin dalam proses penanaman bibit padi.

Demonstrasi ini menjadi ajang pengenalan teknologi sekaligus pelatihan operasional bagi calon pengguna di lapangan.

Serah terima dari ketua pengabdian kepada kelompok tani.

Setelah rangkaian uji coba dan praktik lapangan selesai, tim pengabdian melakukan serah terima satu unit mesin penanam padi kepada Kelompok Tani Subur yang diterima langsung oleh Alif selaku Ketua Kelompok.

Baca juga :   Porprov VII Jatim, Kabupaten Magetan Kantongi Selusin Medali.

Mesin tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk membantu proses tanam padi yang lebih cepat, efisien, dan hemat biaya.

Kegiatan pengabdian ini mendapat dukungan kuat dari berbagai pihak.

Tim pengabdian menyampaikan apresiasi kepada Fajar Burhani selaku koordinator mitra yang selama ini aktif menjembatani komunikasi antara tim pelaksana dan masyarakat desa.

Dukungan juga diberikan oleh Kepala Desa Kuwon, Sukati, yang memfasilitasi pelaksanaan kegiatan sejak tahap perencanaan hingga implementasi di lapangan.

Menurut Ketua tim pengabdian, penerapan mekanisasi pertanian merupakan salah satu langkah strategis untuk menjawab tantangan sektor pertanian saat ini, terutama berkurangnya tenaga kerja pertanian dan rendahnya minat generasi muda terhadap profesi petani.

Melalui pendekatan teknologi yang melibatkan mahasiswa, UMKM lokal, pemerintah desa, dan kelompok tani, program ini diharapkan mampu menjadi model kolaborasi yang berkelanjutan dalam mendukung ketahanan dan kemandirian pangan di daerah.

Dokumentasi kegiatan menunjukkan proses serah terima mesin kepada kelompok tani serta praktik penggunaan mesin di lahan sawah sebagai bagian dari implementasi teknologi tepat guna yang dikembangkan dalam program pengabdian masyarakat ini.

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Kelas Penuh Ulat, Ujian Dialihkan ke Mushola.

Pendidikan

Bupati Janji Boyong Menpora, Resmikan Stadion Yosonegoro.

Pemerintahan-Politik

Status Tanah SMK Yosonegoro Jadi Temuan BPK

Pendidikan

Dinas Arpus Bina Pengelola Perpustakaan Sekolah Hingga Desa

Pendidikan

Prestasi Emas SD Unggulan Diusia Belia.

Pendidikan

Launching PSDKU UNESA Magetan, Bupati Suprawoto Ajak Warga Segera Daftar Kuliah.

Pendidikan

KBM Tatap Muka SMP Mulai Digelar.

Pendidikan

TA 2021, Poltek ATK Yogyakarta Buka Kelas D-1 Di Magetan.
error: