Rabu, 13 November 2019 | Pukul 19:03 WIB

Rabu, 13 November 2019 | Pukul 19:03 WIB

Info Iklan Phone/WA 081-335-326-942 # Follow @magetantodaylive # Loker Wartawan # Kirim CV ke Email norikmagetan@gmail.com

Jumat, 18 Oktober 2019 | 12:48 WIB

11.407 Jiwa Krisis Air Bersih, Pemkab Pilih Kucuri Rp 110 Juta Untuk Wayangan.

Warga Desa Kuwon, Kecamatan Karas, Antri Air Bersih. (Norik/Magetan Today)

Magetan Today
Hari jadi ke 344 Kabupaten Magetan dirayakan dengan hingar – bingar oleh Pemerintah kabupaten (Pemkab) Magetan.

Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Magetan disedot untuk menggelar hiburan yang dihadiri para pejabat mulai level Kecamatan hingga lingkup Pemkab Magetan.

Salah satunya, pagelaran wayang kulit di lapangan Kelurahan/Kecamatan Maospati, Jumat (18/10).

Pemkab Magetan menguras APBD Magetan tahun 2019 sebesar Rp 110 Juta untuk hiburan itu. ” Anggaran yang disiapkan sebesar Rp 110 juta,” kata Suhardi, Kepala bagian (Kabag) Kesejahteraan rakyat (Kesra) Setdakab Magetan, Jumat (18/10).

Menurut Suhardi, pihaknya akan mengundang sejumlah mantan Bupati dan Wakil Bupati Magetan. ” Mantan Kepala daerah akan kita undang untuk melihat acara nanti malam,” jelas Kabag Kesra Magetan.

Sementara itu dibelahan wilayah Kabupaten Magetan, ada sekitar 11.407 jiwa warga Kabupaten Magetan mengalami krisis air bersih. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Magetan, ada 10 desa di 3 Kecamatan terdampak kekeringan.

Data wilayah terdampak kekeringan yakni, (Kecamatan Parang), Desa Trosono, Desa Sayutan, Desa Mategal dan Desa Pragak. ( Kecamatan Lembeyan), Desa Lembeyan Wetan, Desa Kediren dan Kelurahan Lembeyan Kulon. (Kecamatan Karas), Desa Kuwon, Desa Karas dan Desa Sabontoro.

” Total saat ini ada 11.407 jiwa, tersebar di 10 desa pada 3 Kecamatan mengalami krisis air bersih,” kata Fery Yoga, Kasi Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Magetan.

error: Content is protected !!