Home / Pemerintahan-Politik / Peristiwa

Minggu, 24 November 2019 - 16:19 WIB

Wacana Bupati, Bongkar PPU Jadikan Taman

Komplek PPU Maospati Didepan Terminal Maospati, ( Norik/Magetan Today).

Komplek PPU Maospati Didepan Terminal Maospati, ( Norik/Magetan Today).

Magetan Today
Komplek Pasar Produk Unggulan (PPU) Maospati, bakal dirubah menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) oleh Pemerintah kabupaten (Pemkab) Magetan.

Wacana perubahan PPU Maospati menjadi taman diungkapkan Bupati Magetan, Suprawoto, kepada awak media ketika ditemui di SMAN 1 Plaosan, Sabtu (23/11).

Menurut Bupati, Pemkab Magetan telah berupaya menggali data tentang seluk beluk PPU Maospati namun hasilnya selalu nihil. ” Informasi yang saya terima masa pakainya 15 tahun, jadi itu sudah lebih khan sejak dibangun, jadi memang kita rencanakan buat taman,” kata Suprawoto kepada Magetan Today, Sabtu (23/11).

Menurut Suprawoto, kedepan pertigaan Maospati akan semakin ramai dengan lalu lalang kendaraan Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) yang keluar dari Tol Solo – Kertosono. ” Pertigaan Maospati akan ramai, jika semua toko khan tidak bagus , dan taman itu adalah kewajiban Pemerintah bukan masyarakat,” ungkap Bupati Magetan.

Informasi yang dihimpun Magetan Today, PPU Maospati dibangun tahun 1999 dengan kucuran anggaran Rp 1,2 Miliar. Komplek pertokoan yang awalnya akan dijadikan pusat penjualan produk unggulan Kabupaten Magetan itu, berdiri dilahan seluas 1.000 meter persegi, dengan jumlah kios sebanyak 72 unit dengan berbagai ukuran.

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Siswa Kanesma Terpapar Aroma Busuk Sampah TPS Magetan.

Hukum & Kriminal

Polsek Kota Tumpas Warkop Miras Tawanganom

Peristiwa

Terseret Air Selokan, 1 MD dan 1 Masih Hilang.

Peristiwa

Urine Awak Bus AKAP Diperiksa Petugas

Pariwara

SDN Unggulan Siap Sabet Adiwiyata Level Propinsi.

Pemerintahan-Politik

Antisipasi Salah Sasaran, Rumah Penerima PKH Bakal Ditempeli Stiker.

Pemerintahan-Politik

LIK Diduga Buang Limbah Ke Sungai Gandong, DLH Pertanyakan Ijin Bupati.

Pemerintahan-Politik

Hindari Tilang, 3.000 Warga Serentak Bayar Pajak.
error: