Home / Pemerintahan-Politik / Peristiwa

Selasa, 11 Juni 2019 - 16:47 WIB

Pemkab Press Release, Bantah 80 Hektar Lahan Padi Desa Baron Gagal Panen.

Jajaran Kepala OPD Pemkab Magetan Memberikan Keterangan Kepada Awak Media. ( Norik/Magetan Today)

Jajaran Kepala OPD Pemkab Magetan Memberikan Keterangan Kepada Awak Media. ( Norik/Magetan Today)

Magetan Today
Pemerintah kabupaten Magetan membantah kabar 80 hektar tanaman padi didesa Baron, Kecamatan Magetan gagal panen alias puso.

Dari data dan fakta lapangan yang dihimpun Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPHP-KP) Kabupaten Magetan, kondisi tanaman padi dilokasi sebagian besar masih hijau, sedangkan luas lahan pertanian didesa Baron hanya 86 hektar.

” Luas tanaman padi didesa Baron hanya 86 hektar, kami tidak tahu data dari mana, ada berita 80 hektar gagal panen, karena fakta lapangan yang kami datangi tanamannya masih hijau,” kata Edy Suseno, Kepala Dinas TPHP-KP Kabupaten Magetan, Selasa (11/6).

Dikatakan Edy, ada lahan pertanian yang terancam gagal panen didesa Baron, namun luasnya hanya 9 hektar, bukan 80 hektar seperti yang diberitakan. ” Ada 9 hektar kemungkinan terburuk gagal panen, bukan 80 hektar,” terangnya dihadapan wartawan.

Kepala Dinas TPHP-KP Kabupaten Magetan membeber, Pemkab Magetan tidak mampu berbuat banyak dengan 9 hektar tanaman padi didesa Baron yang gagal panen, sebab mereka (petani) tidak mengikuti program klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). ” Dan kami minta maaf, petani didesa Baron tidak mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi yang dicanangkan pemerintah,” beber Edy Suseno.

Padahal menurut Edy Suseno, iuran AUTP tidak semua ditanggung petani Magetan, Pemerintah menanggung 80% iuran atau sebesar Rp 136 ribu, sedangkan 20% iuran atau Rp 36 ribu dibayar petani. ” Dari total iuran asuransi Rp 180 ribu, 80 persen dibayar pemerintah baru sisanya petani. Jika terjadi gagal panen klaim yang didapat Rp 6 juta per hektar,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Magetan, Hergunadi, memastikan, Pemkab Magetan terus berupaya meningkatkan pasokan air untuk lahan pertanian di Kabupaten Magetan, sebagai upaya mengatasi majunya kemarau pada musim tanam tahun ini. ” Pasokan air dari Telaga Sarangan telah kita tingkatan 500 liter per detik agar dapat mencukupi kebutuhan air wilayah bawah,” ungkapnya.

Terkait kabar 80 hektar tanaman padi puso didesa Baron Kecamatan Magetan juga dibantah Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Magetan. ” Setelah dinas terkait (TPHP-KP) melakukan cek lapangan, ternyata tidak ditemukan kondisi tersebut, tanaman masih banyak yang hijau, sedangkan tanaman yang terancam puso luasnya hanya sekitar 9 hektar dari total luas tanaman padi didesa Baron 86 hektar,” pungkas Suwoto, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Magetan.

Share :

Baca Juga

Pemerintahan-Politik

5 Pejabat berebut Kursi Dewas PDAM.

Kesehatan

Doa Bersama Alm dr, Hari Widodo. Bupati Suprawoto : Lanjutkan Perjuangan Almarhum.

Hukum & Kriminal

Kirim Teguran Pamungkas, Pemkab Ancam Libas Karaoke Ilegal Desa Malang.

Kesehatan

Ketua DPRD Magetan : Pemkab Maksimalkan Vaksinasi.

Hukum & Kriminal

#Kasak-Kusuk Dana Hibah. Sekda Amini Kejari Minta Dokumen Penerima.

Hukum & Kriminal

Mobil Oleng, Sopir Nissan Akui Pindahkan Tas.

Pemerintahan-Politik

Lima Kepala Dinas Dirotasi Bupati Suprawoto.

Hukum & Kriminal

Di Magetan, Trotoar Alih Fungsi Jadi Area Parkir
error: