Home / Berita Update / Hukum & Kriminal

Senin, 10 September 2018 - 14:31 WIB

Korupsi Dana Desa, Kades Sempol Dijebloskan Penjara.

Tersangka Ngadeni, Kades Sempol.

Tersangka Ngadeni, Kades Sempol.

Magetan Today
Kejaksaan Negeri ( Kejari) Magetan menjebloskan Ngadeni, Kepala desa (Kades) Sempol, Kecamatan Maospati ke Rutan Kelas IIb Magetan, Senin (10/9).

Tersangka diduga melakukan korupsi dana desa mulai tahun 2015, 2016 dan 2017 serta penyelewengan Kas desa. ” Dugaan korupsi Dana desa dan Kas desa, dengan kerugian negara mencapai Rp 3OO juta lebih,” Kata Atang Pujianto, Kajari Magetan, Senin ( 10/9).

Dijelaskan Atang Pujianto, modus Kades korup tersebut, anggaran yang seharusnya digunakan untuk proyek fisik malah digunakan untuk kepentingan pribadi. ” Ada lima proyek fisik yang anggaranya dipakai pribadi, selain itu Kas desa juga dipakai untuk kepentingan tersangka,” urai Kajari Magetan.

Sebelum digiring ke Rutan, tersangka Ngadeni, menjalani pemeriksaan di ruang Plt Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Magetan selama 4 jam.

Tersangka menolak membeberkan alasan melakukan korupsi dana desa selama tiga tahun berturut – turut tersebut.

Penyidik menjerat tersangka dengan Pasal 2 ayat ( 1) UU RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi ( Tipikor) Subsidair Pasal 3 UU RI Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tipikor.

View this post on Instagram

A post shared by norikjurnalis (@norikjurnalis) on

Berita ini 3,994 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita Update

PPDB Online, Nomor Ujian dan KK Rawan Disalahgunakan.

Berita Update

1 Juni, 16 Jabatan Kepala Dinas Kosong.

Berita Update

Perkara Korupsi Dana Hibah Pilkada, Terpidana Djoko Siswanto Bayar Denda Dan Uang Pengganti.

Berita Update

Tolak Radikalisme, Forkopimda Teken Pernyataan Sikap!

Berita Update

Relokasi Los Kayu Pasar Sayur Rampung Tahun Ini.

Berita Update

Warga Desa Tanjung Sepreh Lurug Kantor Perijinan, Ini Tuntutanya!

Berita Update

Kawanan Kera Lawu Turun, Malah Jadi Tontonan Wisatawan!

Berita Update

Bupati Sikat Makelar Jabatan Kepsek.
error: