Home / Pemerintahan-Politik / Peristiwa

Selasa, 23 Maret 2021 - 17:59 WIB

Ketua DPRD Tolak Impor Beras.

Sujatno, Ketua DPRD Magetan. ( Istimewa).

Sujatno, Ketua DPRD Magetan. ( Istimewa).

Magetan Today
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan, Sujatno, menegaskan jika dirinya menolak kebijakan impor beras. Sebab akan berdampak pada penjualan gabah hasil panen rakyat indonesia khususnya Kabupaten Magetan.

Dikatakan Sujatno, produksi gabah di Kabupaten Magetan melimpah setiap tahun. ” Kalau tidak salah hasil panen petani Magetan kurang lebih 194 ribu ton dengan kebutuhan warga Magetan berkisar 80 ribu ton, jadi tiap tahun kita surplus beras,” kata Ketua DPRD Magetan, Selasa (23/3).

DPRD bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan akan mengirim surat kepada Pemerintah pusat terkait penolakan impor beras tersebut. ” Kami akan gandeng Pemkab Magetan surati pemerintah pusat terkait penolakan impor beras tersebut,” tegas Sujatno.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Kabupaten Magetan, Uswatul Chasanah menegaskan jika Kabupaten Magetan surplus gabah sekitar 250 ribu ton pertahun. Pasalnya hasil panen gabah petani Kabupaten Magetan sekitar 330 ribu ton pertahun. ” Surplus 250 ton pertahun,” ungkap Uswatul Chasanah.

Dengan luas lahan pertanian padi 22 ribu hektar, tiap tahun Kabupaten Magetan memiliki luas panen padi 55 ribu hektar. ” Ada yang tanam 2 kali pertahun dan 3 kali pertahun,” pungkas Kepala Dinas TPHPKP Kabupaten Magetan.

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Kadin Dikpora : O2SN Harus Lahirkan Benih Siswa Berprestasi.

Hukum & Kriminal

Sindikat Curanmor 12 TKP Diberangus Polisi.

Pemerintahan-Politik

Puluhan Pejabat Pensiun Tahun Ini.

Kesehatan

Satpol PP Razia Masker Wisatawan Sarangan.

Pemerintahan-Politik

Tidak Ada Kenaikan UMK Tahun 2021.

Pemerintahan-Politik

Catur Widayat Kembali Pimpin RSUD Sayidiman Magetan.

Pendidikan

Nafik Palil Motivasi Guru dan Siswa Kanesma.

Peristiwa

Angka Laka Lantas 2019 Naik, Pemohon SIM Wajib Tes Psikologi.
error: