Home / Berita Update / Pariwisata

Selasa, 5 Oktober 2021 - 17:37 WIB

Disparbud Magetan Tunggu Rekomendasi Ujicoba Obyek Wisata.

Obyek Wisata Telaga Sarangan Masih Ditutup Sementara. ( Joko/Magetan)

Obyek Wisata Telaga Sarangan Masih Ditutup Sementara. ( Joko/Magetan)

Magetan Today
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Jawa – Bali diperpanjang 5 – 18 Oktober mendatang.

Kabupaten Magetan masih menyandang level 3, sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 47 Tahun 2021 Tentang PPKM.

Karena berstatus level 3, obyek wisata di Kabupaten Magetan masih ditutup sementara selama PPKM. ” Sesuai Inmendagri 47 Tahun 2021, obyek wisata masih ditutup sementara,” kata Joko Trihono, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Magetan, Selasa (5/10).

Namun Joko Trihono mengaku telah mengirimkan permohonan rekomendasi kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparkraf) agar obyek wisata di Kabupaten Magetan dijadikan zona ujicoba wisata tertentu. ” Kami telah mengirimkan permohonan rekomendasi kepada Menparkraf, agar obyek wisata di Kabupaten Mageten menjadi zona ujicoba Pariwisata tertentu,” ungkap Kepala Disparbud Kabupaten Magetan.

Disisi lain, Joko tidak menampik jika sejumlah obyek wisata di Kabupaten Magetan tetap dikunjungi wisatawan meski telah ada pengumuman ditutup. ” Kami bersama POLRI, TNI dan Satgas menerapkan operasi yustisi kepada masyarakat yang datang ke obyek wisata selama penutupan ini,” jelasnya.

Sementara itu, hotel non penanganan Covid-19 diijinkan buka dengan kapasitas 50%, pun wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi bagi pengunjung dan karyawan. ” Hotel non Covid-19 buka dengan kapasitas 50 persen,” ungkap Joko Trihono.

Terkait sertifikat CHSE ( Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability), Disparbud Kabupaten Magetan telah mengusulkan kurang lebih 160 hotel kepada Menparkraf Republik Indonesia. ” Ada 160 hotel di Kabupaten Magetan kami usulkan mendapat sertifikat CHSE,” pungkasnya.

Sebagai informasi, sertifikat CHSE adalah proses pemberian sertifikat kepada Usaha Pariwisata, Destinasi Pariwisata, dan Produk Pariwisata lainnya untuk menjamin kepada wisatawan terhadap pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan.

Berita ini 54 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita Update

Pengumuman UN SMA/SMK Molor

Berita Update

Belanja “Bibit Ternak” Untuk Kurban, Pemkab Rogoh 123 Juta.

Berita Update

Joko Suyono Sowan Kyai

Berita Update

World Cleanup Day Di Magetan, Ketua Dewan Nahkodai Resik – Resik Kali.

Berita Update

Pansel Irit Bicara, Informasi Seleksi Direktur PDAM Terbatas.

Berita Update

Zainudin Latif, Wakil Ketua Dewan Meninggal Dunia.

Berita Update

Kadin Perkim Bantah “Kongkalikong” Seleksi Petugas Taman.

Berita Update

Gasak 178 Celana Levis, Pelaku Bawa Kabur CCTV Jakarta Jeans.