Home / Peristiwa

Senin, 2 November 2020 - 21:03 WIB

Diduga Hirup Gas Beracun, Suami-Istri Tewas Disumur Pompa Air.

Jenasah Kedua Korban Dibawa Kerumah Duka. ( Istimewa)

Jenasah Kedua Korban Dibawa Kerumah Duka. ( Istimewa)

Magetan, Today
Diduga menghirup gas beracun yang berasal dari mesin pompa air, pasangan suami istri (Pasutri) Paniran (39) dan Sulawi (35), warga Dukuh Waduk, RT 11, RW 3, Desa Bayem Wetan, Kecamatan Kartoharjo meninggal dunia di dalam sumur sedalam 4 meter, Senin (2/11).

Sumber yang dihimpun magetantoday.com. Kejadian bermula saat Paniran memotong pipa pompa air yang ada di dalam sumur untuk diperbaiki. Nahas keluar gas beracun hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Kemudian selang beberapa waktu muncul Sulawi, yang mencari suaminya untuk diajak pulang. Ketika menengok ke kubangan Sulawi melihat sang suami sudah lemas dan bersandar di dalam sumur, Sulawi kemudian turun ke dasar sumur dengan maksud menolong suaminya. “ Lalu saat istri datang untuk menolong, juga menjadi korban karena menghirup gas beracun tersebut,” kata AKP Agus Suprijanto, Kapolsek Kartoharjo, Senin ( 2/11).

Kondisi pasutri tersebut akhirnya diketahui warga selanjutnya ke Polsek Kartoharjo. Jenasah Paniran dan Sulawi dievakuasi oleh petugas gabungan Koramil, Polsek, BPBD, Damkar serta masyarakat setempat.

Setelah dilakukan visum oleh Puskesmas Kartoharjo serta tim identifikasi Polres Magetan, kedua korban dinyatakan meninggal akibat menghirup gas beracun yang berasal dari pompa air didalam sumur tersebut. ” Sesuai kesepakatan keluarga, jenazah akan langsung dimakamkan,” pungkas Kapolsek Kartoharjo.

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Rumah Ambruk, Timpa Janda Tua

Peristiwa

Laporan Kehilangan

Kesehatan

DPM -PTSP Tempatkan Satgas Protkes Di MPP Magetan.

Kesehatan

dokter (Viral), Agus Ali Fauzi Hadir di Magetan!

Pemerintahan-Politik

Twin Road Magetan Dilanjut.

Hukum & Kriminal

Bupati Pegang Data ASN Jadi Makelar CPNS.

Pemerintahan-Politik

Bupati Pelototi Kucuran APBD 2018.

Peristiwa

Pendaki Asal Magelang Hilang Dipuncak Lawu.
error: