Selasa, 22 Oktober 2019 | Pukul 12:47 WIB

Selasa, 22 Oktober 2019 | Pukul 12:47 WIB

Info Iklan Phone/WA 081-335-326-942 # Follow @magetantodaylive # Loker Wartawan # Kirim CV ke Email norikmagetan@gmail.com

Jumat, 27 September 2019 | 17:28 WIB

Magetan Kampanye Stunting

Bupati Magetan, Suprawoto, Bersama Plt Kadinkes, Furiana Kartini Membuka Kampanye Stunting 2019. ( Norik/Magetan Today).

Magetan Today
Gerakan perangi stunting terus digalakan Pemerintah kabupaten (Pemkab) Magetan. Generasi bangsa yang lahir dari bumi Lawu diharapkan tumbuh secara normal.

Seluruh lembaga lintas sektoral di Kabupaten Magetan diminta “cawe-cawe” agar Kampanye Stunting menuju Magetan terdepan sukses. ” Meski Magetan aman Stunting, namun kita terus meningkatkan gerakan ini,” kata Suprawoto, Bupati Magetan, Kamis (26/9).

Stunting adalah suatu kondisi yang ditandai ketika panjang atau tinggi badan anak kurang jika dibandingkan dengan umur. Atau mudahnya, stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan tubuhnya lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya.

“ Untuk pencegahan, kita bisa melakukan pengawalan gizi di usia seribu hari kehidupan, atau pada usia kandungan sampai umur 2 tahun. Karena pada usia tersebut anak sangat membutuhan gizi yang optimal,” ujar Andriyanto, Direktur Aksi Surabaya, selaku Narasumber Kampanye Stunting yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan di Gedung PGRI Magetan, Kamis (26/9).

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan menggelar Kampanye Stunting bertajuk ” Magetan Pasti Juara” yang memiliki arti, Magetan Peduli Atasi Stunting untuk Mewujudkan Anak Sehat Cerdas Aktif dan Kreatif.

” Kami menghadirkan seluruh camat dan elemen di Masyarakat, dengan tujuan memberikan pengertian apa itu Stunting, dan pada ahirnya bisa menekan angka Stunting di wilayahnya masing-masing.” Jelas Furiana Kartini, Pelaksana tugas ( Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan.

Sebagai informasi, Stunting adalah hasil dari berbagai faktor yang terjadi di masa lalu. Misalnya asupan gizi yang buruk, berkali-kali terserang penyakit infeksi, serta berat badan lahir rendah (BBLR).

Kondisi tidak tercukupinya asupan gizi anak ini biasanya tidak hanya terjadi setelah lahir saja. Melainkan bisa dimulai sejak masih di dalam kandungan. WHO sebagai Badan Kesehatan Dunia, menyatakan bahwa sekitar 20 persen kejadian stunting sudah terjadi saat bayi masih berada di dalam kandungan.

error: Content is protected !!