Rabu, 13 November 2019 | Pukul 17:23 WIB

Rabu, 13 November 2019 | Pukul 17:23 WIB

Info Iklan Phone/WA 081-335-326-942 # Follow @magetantodaylive # Loker Wartawan # Kirim CV ke Email norikmagetan@gmail.com

Minggu, 20 Oktober 2019 | 16:16 WIB

Jajan Kenikmatan Di Magetan

Magetan Today
Tahun 2013 lalu, Pemerintah kabupaten (Pemkab) Magetan telah menutup Lokalisasi Madusari atau Mbahben di Kelurahan/Kecamatan Maospati.

Selanjutnya, secara marathon Satpol PP Kabupaten Magetan juga kerap menggelar razia bagi Pekerja Sex Komersial (PSK) yang diduga beroperasi secara liar disejumlah wilayah.

Bahkan, awal pemerintahan Suprawoto-Nanik Endang Rusminiarti (ProNa), sebanyak 52 Warung remang-remang (Warem) di sepanjang jalan Nasional Maospati – Mantren, Tepatnya Desa Malang, Kecamatan Maospati juga diratakan dengan tanah.

Pemkab Magetan berharap praktik asusila tersebut lenyap. Namun fakta dilapangan berbeda, praktik jual-beli kenikmatan masih tumbuh subur di Kabupaten Magetan hingga sekarang.

Investigasi Magetan Today, berhasil membuka tabir transaksi kenikmatan yang dilakukan oleh sejumlah kaum hawa di Kabupaten Magetan. Berikut Liputanya.

Namanya kita samarkan Dahlia (20), kepada Magetan Today , warga asli Magetan ini mengaku mulai terjun menjadi wiraswasta tubuh sejak lulus SMA, sekitar tahun 2017.

Patah hati karena putus cinta dengan pacarnya, membuat Dahlia kerap menghabiskan waktu menenggak minuman keras (Miras) dan pergi ke tempat Karaoke. ” Saya hanya ingin mabuk dan karaoke gratis, akhirnya saya mencoba mencari pelanggan lewat bantuan mbak-mbak Pemandu Lagu (PL) yang aku kenal. Itulah awal mulanya saya juga melayani tamu plus-plus,” kata Dahlia kepada Magetan Today.

Dua tahun berprofesi wanita plus-plus, Dahlia mengaku memiliki banyak pelanggan, mulai kalangan pengusaha hingga Aparatur Sipil Negara (ASN). ” Paling suka jelas pengusaha, untuk PNS juga ada, ” ujar wanita berparas ayu tersebut.

Kepada Magetan Today , Dahlia mengaku memiliki komunitas berjumlah 8 wanita yang memiliki profesi serupa. Mereka kerap bertemu untuk bertukar pengalaman ketika bersama Pelangganya. ” Kita ketemu saja, kadang ada yang memberikan Job, baik kerjaaan biasa, maupun plus-plus,” jelasnya.

Terkait lokasi kencan, Dahlia mengaku tidak memiliki tempat khusus, karena dia memang tidak terikat pada manajemen hotel maupun penginapan. Sedangkan tarif kencan, Dia meminta tidak dibahas. ” Kalau Tarif jangan dibahaslah karena relatif. Kalau lokasi kencan, tamu yang nentukan,” ungkapnya.

Untuk menjaga kerahasiaanya, Dahlia mengaku hanya melayani pelanggan yang sudah dia kenal. ” Saya hanya melayani orang yang sudah kenal saja, karena takut ketahuan juga, ” pungkasnya. (*bersambung).

error: Content is protected !!